Jakarta, beritalima.com| – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat membuka Rapat Kerja Nasional Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agencies (Rakernas AITTA) mengajak pelaku industri perjalanan wisata memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas, aman, dan berdaya saing di tengah tantangan global.
“Saya mengucapkan selamat kepada AITTA dan seluruh anggota yang hari ini menyelenggarakan Rakernas. Kami dari Kementerian Pariwisata sangat berharap akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang konkret dan dapat dieksekusi bersama demi kemajuan sektor pariwisata Indonesia,” kata Ni Luh Puspa dalam pembukaan Rakernas AITTA di HARRIS Vertu Hotel Harmoni, Jakarta, (13/5).
Disampaikan Ni Luh Puspa, sektor pariwisata global termasuk Indonesia, saat ini menghadapi tantangan cukup besar akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia. Meski demikian, kinerja pariwisata Indonesia pada kuartal I tahun 2026 tetap menunjukkan tren positif.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 3,4 juta kunjungan atau tumbuh 8 persen. Sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai 319,51 juta perjalanan atau meningkat 13,14 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Wamenpar, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata. “Tahun 2025 lalu kita juga berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN. Saya yakin seluruh capaian ini dapat diraih berkat kerja sama yang kuat dengan para pelaku industri pariwisata,” ujarnya.
Kemenpar telah menetapkan lima program unggulan 2026, yaitu Sinergi Peningkatan Keselamatan Wisata; Desa Wisata; Pariwisata Berkualitas; Event by Indonesia; serta Tourism 5.0. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan tren global.
Dan, Nih Luh Puspa menekankan, aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas destinasi. Sehingga, kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi dan perizinan dinilai sangat penting guna mendukung pengawasan serta menjamin keamanan wisatawan.
“Kami berharap teman-teman di AITTA dapat bersama-sama mendorong seluruh anggota dan pelaku usaha pariwisata untuk patuh terhadap regulasi, melengkapi perizinan, dan menjaga standar usaha pariwisata,” pesannya.
Jurnalis: abri/dedy








