Akses Jalan Taman Dadar Rusak Parah, Bupati Karna Pastikan Pembangunan Dilaksanakan Tahun ini

  • Whatsapp
Salah satu petani kopi sedang memetik buah kopinya. (Bet/beritalima.com)

SITUBONDO, beritalima.com – Bupati Situbondo, Karna Suswandi mendapat curahan hati (Curhat) dari petani kopi arabika yang ada di Dusun Taman Dadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Sabtu (21/5/2022). Mereka mengeluhkan akses jalan antar dusun yang mengalami kerusakan parah.

Menanggapi hal tersebut, orang nomor satu di Kota Santri Pancasila ini langsung merespon cepat keluhan warganya itu. Menurut Bupati 55 tahun ini, pihaknya secara bertahap akan membangun jalan tersebut.

“Tadi Pak Camat bilang masalah jalan, seharusnya tidak usah disampaikan. Karena tadi saya naik motor trail itu medannya memang ekstrim,” ucap Bupati dalam sambutannya.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Santri Pancasila ini mengatakan, pihaknya akan melakukan pembangunan jalan di lokasi tersebut.

“Pak Gatot (Kadis PUPP Situbondo -red) tahun ini tersedia anggaran berapa untuk membangun itu dari PEN. Ada Rp4 miliar kata Pak Kadis. Saya tadi ngomong Rp3 miliar, Kabidnya bilang Rp2 miliar, ikut yang Pak Kadis saja ya,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan para petani kopi arabika yang hadir.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bung Karna ini mengungkapkan, di tahun 2023, pihaknya akan mengalokasikan anggaran di DAK untuk menyelesaikan pembangunan jalan di lokasi tersebut.

“Masukkan proposal DAK, kaitkan dengan Perpres nomor 80 tahun 2023 Taman Dadar selesai bisa ya,” tuturnya.

Sementara itu, dalam rangka memberantas peredaran rokok ilegal di Situbondo, tidak lupa Bung Karna mengingatkan bahwa keberadaan rokok ilegal merugikan negara dan masyarakat.

“Ketika rokok ilegal itu tidak diberantas, maka penerimaan negara dari sektor cukai akan menurun. Nah jelas ini berdampak terhadap Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT -red) yang kita terima,” tutupnya.

Sebelumnya, salah satu petani kopi arabika di Dusun Taman Dadar, Riyanto, mengeluhkan akses jalan yang kurang memadai. Sehingga hal itu menjadi kendada bagi para petani kopi arabika untuk menjual hasil panennya. “Harapan saya ya masalah jalan ini, soalnya kendalanya di jalan itu kan tidak ke bawah. Sehingga kita kesulitan,” ujarnya. (Adv/Bet)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait