FPK DKI Jakarta, Masing – Masing Paguyuban Diminta Perannya Ditonjolkan

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta A. Syamsul Zakaria, S.H., M.H meminta kepada Gubernur melalui DPRD agar peran FPK dapat lebih menonjol dsn bersinar. Namun dalam pertemuannya dengan pimpinan DPRD DKI Jakarta sebagai penyerap aspirasi FPK mendapat masukan dari perwakilan Provinsi di Jakarta.

“Bagaimana FPK semakin menonjol atau bersinar dimana FPK, Forum Pembauran Kebangsaan sebagai wadah berbagai etnis dari berbagai Provinsi di Indonesia yang ada di Jakarta,” tandas bang Jack panggilan akrabnya, yang juga Ketua FPK DKI Jakarta, beberapa hari lalu pada Selasa (13/4/2026).

Diterangkan Bang Jack, saat pertemuan dengan pimpinan DPRD DKI, telah mencatat apa yang disampaikan paguyuban yang mewakili masing masing Provinsi.

Setelah konsultasi dengan petinggi DPRD DKI, Bang Jack selain sebagai Ketua FPK juga melaksanakan kegiatan kegiatan yang ada dalam paguyubannya. Selain itu ia meminta kepada wartawan ini dapat mewawancarai yang lain bagaimana menonjolkan FPK ke depan.

Dijelaskan Asep Makbud Hasmar selaku Sekretaris Paguyuban Betawi, menyatakan bahwa kepwngurusan FPK DKI berakhir 5 April. Namun dalam berakhirnya masa kepengurusan paling ada pemberitahuan dari pihak Kesbangpol DKI sebagai sebuah peringatan.

“Bahwa FPK itu akan berakhir di Maret dan secara administrasi harusnya kan mereka persiapkan, tapi ternyata tidak ada itu. Peringatkan bahwa FPK itu tidak ada. Idealnya karena kita diangkat dengan SK Gubernur, kemudian paling tidak ketika berakhir itu.
pasca tugas itu ada omongan, ini kan sama sekali tidak ada,” terang Sekretaris Paguyuban Betawi.

Masih di tempat yang sama, Asep menjelaskan bahwa FPK ini adalah perwakilan etnia yang ada di Provinsi, dan tiga perwakilan dari etnis Arab, India, dan China memberi warna kehidupan di DKI Jakarta, yang memperkerat, memperpokok persatuan dan kesatuan khususnya di FPK sebagai pemerintah.

Yang disebut bersinr itu ditegaskan Asep, supaya masing masing paguyuban menjalankan peran peran kebudayaannya. Kendati demikian, etnis yang menjadi cikal bakal terbentuknya Indonesia.

“Selain menjalankan peran perannya masing masing, melaksanakan sosialisasi dan harus proaktif serta memperkenalkan akar budaya kita yang dibawah oleh sebuah perwakilan etnis yang berkumpul,” pungkas Hasmar.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait