Harga Cabai di Malang Meroket ke Bawah

  • Whatsapp

MALANG, beritalima.com| Harga komoditas cabai di Malang, Jawa Timur anjlok meroket ke bawah Bahkan, harga cabai di tingkat petani menjadi Rp 9000/Kg hingga 10 ribu per Kg. Padahal stok cabai saat ini tidak melimpah.

“Sekarang ini harga cabai di petani jatuh meroket ke bawah, hanya Rp 9000-Rp 10.000 di bawah HPP,” ungkap salah satu petani Champion asal Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Yugiantoro Rabu,(27/03/2019) siang.

Menurutnya harga cabai meroket ke bawah hampir merata terjadi di seluruh tanah air, dan hal itu sangat meresahkan petani cabai sebab selain harga turun, saat ini ratusan hektar tanaman cabai di Malang gagal panen akibat serangan virus gemini.

“Cabai di pasar saat ini tidak ada, karena petani banyak yang gagal panen, tapi harga cabai anjlok, saya tanya teman teman champion di Temanggung, Blitar, Tuban, Banyuwangi dan Kediri juga belum ada panen baru bulan empat nanti,” keluh Yugi.

Tentunya masih menurut Yugiantara, hal itu menimbulkan beberapa pertanyaan di kalangan petani cabai, disaat harga cabai menurun petani cabai tidak ada yang menolong.

“Sekalipun dari Pemerintah. Sebab itu, Negara harus hadir untuk membantu petani. Apalagi, HPP yang ditetapkan tak mampu menjadi solusi disaat harga cabai turun seperti ini. Dam kondisi harga cabai terjun bebas dan banyaknya serangan hama, perlu campur tangan pemerintah agar petani tidak semakin resah. Petani perlu pendampingan untuk pembinaan penanggulangan penyakit, karena kerugian petani bukan hanya harga cabai yang turun tetapi juga serangan penyakit. Kerugian petani bukan karena harga anjlok saja tapi tanaman juga rusak,” tandasnya.

www.beritalima.com

Akibatnya, hasil panen dalam satu hektar tanaman cabai tak mampu menutupi biaya operasional. Yugiantoro menghitung, dalam satu hektar tanaman cabai membutuhkan biaya operasional sebesar Rp 119 juta mulai olah tanam hingga panen, dengan asumsi satu hektar lahan ditanami 18 sampai 20 ribu pohon yang akan menghasilkan 10 ton cabai dalam kondisi normal.

“Kondisi tanakan cabai normal, satu pohon cabai akan berbuah 5 ons sehingga total per hektar bisa produksi 10 ton,” tambahnya.

Saat kondisi tanaman rusak saat ini satu pohon tanaman cabai tidak akan mampu menghasilnya 5 ons. Diperparah dengan harga cabai terjun bebas hingga Rp 9000/Kg, kendati ada acuan penetapan harga cabai oleh pemerintah. Data yang berhasil dihimpun RRI, Permendag Nomor 63 tahun 2016 itu juga sebagai amanat Perpres No 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Dalam Permendag tersebut ditetapkan dua jenis harga acuan untuk tiap komoditas, yaitu harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen. Antara lain, harga acuan pembelian cabai petani Rp 15.000/Kg untuk cabai merah besar/keriting dan Rp 17.000/Kg untuk cabai rawit merah. Sementara, harga acuan penjualan konsumen Rp 28.500/Kg untuk cabai merah besar/keriting dan Rp 29.000/Kg untuk cabai rawit merah. [Red]

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *