Harti Hartidjah, SE Terjun Politik Karena Peduli Sesama

oleh -57 views

Beritalima.com| Peduli dengan sesama sudah menjadi bagian dari hidupnya. Menolong orang lain sudah mendarah daging sehingga tak pernah lelah. Dia tak pernah ragu mengunjungi kampung kumuh. Keramahannya membuat orang memanggilnya Bunda. Sikap seorang seorang ibu yang menebar kasih terinspirasi dari ajaran Tuhan untuk umum yang diimininya.

Namanya Harti Hartidjah, SE. Meski termakan waktu namun parasnya masih meninggalkan cantik semasa muda. Meski anak anaknya sudah besar, dirinya tetap mau belajar hingga kini masih kuliah di fakultas hukum. Di kesibukan mengurus rumah tangga dan kuliah, ibu dari dua ini kini calon legislatif Partai Demokrat.

www.beritalima.com

Suatu siang dirinya berkenan meluangkan waktu untuk bicara seputar pencalonannya.
Panggilan membantu masyrakat adalah dasar keterpanggilannnya mau terjun ke dunia politik. Dengan menjadi wakil rakyat, Harti merasa lebih mudah untuk menangani permasalahan sosial dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Menolong orang kecil terkadang kendalanya masalah birokrasi. Untuk itu saya ingin mendorong agar pelayanan birokrasi cepat dan lancar, agar tidak merepotkan warga yang membutuhkan,” tutur Harti menjelaskan kenapa harus terjun ke dunia politik.

“Dalam hal ini keaktifan saya dipelayanan gereja maupun masyarakat membuat saya tahu banyak masalah yang terjadi di lapangan, bagi masyarakat tidak mampu sehingga tak berdaya, contoh halnya pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, saat dalam kondisi terdesak masyarakat bingung. Mereka harus kemana terlebih lagi tidak punya biaya,” katanya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Walaupun mempunyai kartu Bantuan Pengaman Jaringan Sosial (BPJS) tetapi bila rumah sakit menyatakan penuh dan kenyataan memang penuh. Alangkah tak eloknya mengatakan itu pihak rumah sakit. Lalu disinilah solusinya yaitu jaringan sangat penting, contohnya rumah sakit penuh bukan berarti si pasien dibebaskan untuk mencari rumah sakit lain dan melepaskan begitu saja. Dan sendiri untuk mencari, karena dalam kondisi sakit sepanjang dalam perjalanan pasti banyak hal dan resiko yang amat besar bisa menimpanya.

Seperti semakin memperberat penyakit tersebut sehingga bisa kehilangan nyawa. Semua Itu menjadikan panggilan juga pengabdian sampai sekarang.

“Saya dilahirkan dari keluarga beragama kristen, sejak dari kecil ditanamkan nilai-nilai kekristenan oleh kedua orang tua, ibu dari dua anak ini selalu memuji tuhan dan ingat apa yang diajarkannya,masih aktif di Persatuan Gereja Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta. Sebagai pengurus pelayanan masyrakat,” kata Harti mengenang masa lalunya.

Banyak orang yang sakit sampai saat ini minta pertolongan tetap dibantunya dan tidak terjadi masalah saat saya bantu. Namun, bila pasien pada akhirnya meninggal dunia itu karena sudah kehendak tuhan yang maha kuasa.

“Ada peristiwa pada tiga orang pasien berpenyakit kangker. Mereka berobat keberapa rumah sakit, lalu rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat yang mencukupi serta harus ditangani segera, lalu saya dihubungi oleh keluarga pasien mendadak, sehingga saya harus mencarikan solusi dengan cepat untuk mencari rumah sakit. Setelah mendapatkannya dijemputlah dengan ambulance rumah sakit tersebut yang saya hubungi, sehingga berbagai resiko terjadi agak berkurang. Begitulah cerita pengalamannya pada kami,” ungkapnya.

Ia menuturkan, hingga hari ini saat kami wawacara masih ada dua pasien. Satu di rumah sakit Darmais yang tinggal tadinya dari RS Hermaina dan satu lagi dari Bekasi dan sudah diantar kesalah satu rumah sakit saat dimana anak ini dalam kondisi sangat kritis. Itulah yang ia kerjakan setiap hari, jadi tidak peduli dia, siapa dimanapun, yang tidak seperti dikerjakan para caleg pada detik ini atau anggota dewan yang pada hari ini. Mereka hanya mengerjakan dimana dapilnya berada.

“Kalau saya panggilan hati saya. Dimanapun mereka berada, siapapun mereka membutuhkan jika saya bisa tolong ya saya tolong. Itulah yang menjadi motifasi saya, panggilan saya, saya ingin berbuat pada masyarakat bukan hanya yang sakit, tapi juga bencana alam. Salah satunya Lombok, kemarin Lombok terkena bencana alam, kita masyarakat Indonesia tahu bagaimana masyarakat disana panik dan membutuhkan bantuan dan saya tahu banyak dermawan-dermawan yang terpanggil juga untuk membantu, tapi saya secara pribadi juga bukan membawa nama organisasi,” tuturnya.

“Saya bisa bergerak dan saya bisa membuktikan bahwa saya bisa menggandeng teman-teman untuk berbuat kebaikan, itu yang kita lakukan dan berbagai hal mengenai hukum juga sering saya mengandeng teman-teman lawyer atau pengacara untuk membantu para masyarakat yang tidak mampu memerlukan perlindungan hukum, hari ini saya buktikan, saya menyelesaikan kuliah di bidang hukum. Saat ini sudah selesai, itulah tujuan saya terjen di dunia politik,” imbuhnya.

“Saya memilih partai demokrat karena, partai demokrat adalah betul-betul partai yang luar biasa solidaritasnya antar umat beragama dan antar suku. Contoh dalam berbagai hal kegiatan dan kedudukan, kita diberi kesempatan yang sama dengan yang lain, jadi tidak membedakan apa agamamu dan apa sukumu. Disitu saya dapat kenyaman yang luar biasa dipartai demokrat.dan saya yakin itu sesuatu yang istimewa , Karena itu saya yakin dengan partai yang dipimpin oleh Bapak SBY,” ujarnya.

Kalau dikatakan saya mengadakan sesuatu kegiatan di saat pemilihan legislatif (Pileg) itu keliru, karena apa, saya melakukan itu memang keseharian saya sudah lama saya lakukan sebelum ada pileg dimanapun seperti di kota Medan, Pekan Baru dan yang lainnya. Itulah yang saya lakukan. Dan hari ini Sekarang saya terlibat juga di Yayasan Love Ping yaitu yayasan kangker Indonesia, kangker lokping itu kangker khusus wanita, harapan saya bila tuhan mengkehendaki, suatu hari nanti bila menjadi anggota dewan, banyak harapan-harapan saya yang ingin saya capai dalam tujuan misi saya ini, membantu kalangan menengah ke bawah, dan ini menjadi proritas utama saya dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum dan lainnya.

Karena kalangan menengah kebawah lebih cenderung sulit untuk mengungkapan kesulitanya, kebutuhannya karena kendalanya dikeuangan, jadi mereka agak ngerem, contoh ada kasus mereka lebih baik diam dari pada mengungkapkan karena pada akhirnya diselesaikan dengan uang, menurut pemikiran mereka, lalu saya juga akan membangun rasa percaya diri mereka bahwa setiap warga negara itu sama baik dari suku apapun dan dia mampu atau tidak, jadi tidak ada perbedaan hukum dimata hukum itulah cita-cita saya.

Dalam hal Keluarga mereka sangat mendukung karena mereka tahu saya aktif dari tahun 98 di dunia sosial, jadi hal yang sudah biasa, saya mungkin berbeda dengan para caleg lain, mereka akan mencari masyarakat, kalau saya sudah berbuat dan terus berbuat.

Memang benar, banyak video-video yang dikirimkan kesaya para pasien yang sudah saya bantu dalam kondisi koma, mereka tidak mengenal saya, mereka mengucapkan terimakasih, saya tidak tahu dikirim pada siapa yang akhirnya jatuh ketangan saya dan saya sangat terharu dan di gereja banyak kesaksian jemaat yang terkena musibah memberi kesaksian yang dibantu oleh orang ternyata orang itu adalah saya, itu yang sering terjadi.

Kegiatan untuk membantu sesama tidak ada kendala yang saya hadapi, sebab saat kita menabur kasih orang tidak akan bertanya apa agamamu dan sukumu apa, itu intinya, salah satu yang saya bantu dari pemekasan Madura Jawa Timur, kejadiaan meninggalnya pagi dan menjelang jam 16.00 wib, saya mendapatkan telpon dari orang sambil menangis minta bantu untuk dikirim pulang kekampung karena tidak ada biaya,lalu saya informasikan ke beberapa teman dengan anggaran sekian dan dalam hitungan jam terkumpulah dan saya langsung kirim jenazah ke kampung.

Makanya sekarang saya sering dipanggil bunda oleh banyak orang, banyak yang saya bantu dari 100 orang hanya 3 yang saya bisa bertemu karena saking sibuknya saya pada masyarakat.

Puji Tuhan setiap saya menjalankan pekerjaan sosial ini, tak ada kendala di lapangan, semua berjalan lancar, dan saya percaya tuhan akan menjaga serta menggandeng tangan saya saat saya melakukan tugas untuk masyarakat, saya melakukan yang tuhan maudan tuhan juga memberi yang saya mau, seperti anak saya yang paling besar perempuan namanya Florensia Irena sekarang sudah menjadi pembicara dan motivator di beberapa gereja dan itu dipermudah tuhan dalam melakukan pekerjaannya. www.beritalima.com

www.beritalima.com