Masa Pandemi Covid 19, Banyuwangi Gencar Mengusung Wisata Sehat

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – Tak dapat dipungkiri lagi jika Wisata Pantai Pulau Merah menjadi jujugan utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Banyuwangi. Saat ini, sarana dan prasarana di Pulau Merah cukup lengkap. Banyak terdapat homestay dan juga cafe maupun restoran di sekitar lokasi wisata itu.

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, rata-rata pengunjung yang datang ke Pulau Merah sekitar 2.000 hingga 3.000 wisatawan per hari pada hari biasa. Sedangkan untuk hari libur nasional seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran bisa tembus mencapai 6.000 pengunjung. Akan tetapi sejak pandemi, pengelola membatasi kunjungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sepakat membatasi jumlah kunjungan di pantai itu. Selama pandemi, Pulau Merah hanya dapat dikunjungi sebanyak 750 wisatawan per hari.

Bacaan Lainnya

“Iya itu sudah menjadi kesepakatan selama pandemi Covid-19,” ujar Sekertaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Merah, Eko Suhendro.

Banyak juga artis, flogger dan youtuber yang datang ke Pulau Merah untuk meriview keindahan pantai di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Mereka juga melihat langsung bagaimana tempat wisata di Banyuwangi sudah menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE).

“Iya protokol kesehatan kami terapkan secara ketat. Itu sesuai arahan pemerintah daerah dan pusat,” katanya.

Harga tiket masuk di Pulau Merah cukup terjangkau yakni Rp 10 ribu per orang. Saat berwisata di Pulau Merah pengunjung bisa bersantai di kursi berpayung yang sudah disediakan di tepi pantai. Sembari menikmati eloknya panorama pantai dengan pasir putih, pengunjung juga dimanjakan dengan kesejukan udara di pantai tersebut. Pengunjung yang bersantai di atas kursi berpayung itu dikenakan biaya sewa Rp 20 ribu per jam.

Di sekitar pantai juga banyak pedagang yang berjualan kelapa muda. Sangat cocok dinikmati di tepi pantai tersebut. Kepala muda yang disediakan dipetik di sekitar pantai Pulau Merah dan harganya cukup terjangkau sekitar Rp 12 ribu per buah. Bisa dibilang Pulau Merah merupakan wisata yang sehat dan juga memanjakan mata.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M Yanuar Bramuda menjelaskan saat ini Pemkab Banyuwangi mulai mengusung wisata sehat di Banyuwangi. Sebenaranya di Banyuwangi sendiri ada banyak lokasi wisata pantai, akan tetapi untuk saat ini Pulau Merah menjadi primadona bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

“Lokasi Pulau Merah yang jauh dari perkotaan membuat udara di wisata itu masih terjaga. Dengan modal itu, kami menerapkan konsep wisata sehat, ramah lingkungan dan alami,” cetusnya.

Pihaknya juga akan membuat stand kuliner dengan suguhan menu khas Banyuwangi di lokasi wisata itu. Untuk saat ini, memang sudah ada stand kuliner, restoran dan juga cafe, namun menu yang disediakan masih kurang lokal. Dengan adanya menu kuliner Banyuwangi di lokasi wisata itu pengunjung dapat menikmati panorama wisata dan kuliner khas Banyuwangi di Pulau Merah.

“Jadi semua lengkap di Pulau Merah. Ada homestay, cafe, stad kuliner Banyuwangi dan pusat kerajinan serta oleh-oleh,” pungkasnya. (bi)

Pos terkait