SURABAYA, beritalima.com | Kegiatan Uswah Konivers 4.0 yang diselenggarakan OSIS SMAIT Al Uswah Surabaya menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, tidak apatis terhadap isu politik dan kebijakan publik.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD provinsi Jawa Timur dari fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas saat menerima kunjungan 40 peserta di Gedung DPRD provinsi Jawa Timur, Selasa (14/4/2026).
Para peserta yang terdiri dari pengurus OSIS se-Jawa Timur tersebut datang dalam rangkaian kegiatan Uswah Konivers 4.0, yang salah satu agendanya adalah audiensi dan penyampaian aspirasi kepada DPRD provinsi Jawa Timur.
Puguh mengaku terkesan dengan kualitas pemikiran para pelajar yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga didasarkan pada analisis mendalam dan kemampuan berpikir kritis.
“Mereka tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi diawali dengan analisa yang kuat. Ini menunjukkan kualitas critical thinking yang luar biasa dari generasi muda kita,” ujar anggota komisi E DPRD provinsi Jatim ini.
Dalam forum tersebut, para peserta dibagi ke dalam 10 komisi yang masing-masing membahas berbagai isu strategis. Mulai dari kesenjangan dan kualitas pendidikan, infrastruktur, ruang publik, hingga isu lingkungan seperti pencemaran udara dan perubahan iklim.
Tak hanya itu, para pelajar juga menyoroti persoalan kesehatan, termasuk akses layanan BPJS, serta isu kesejahteraan sosial seperti ketidaktepatan sasaran bantuan sosial dan pentingnya penguatan data tunggal sosial ekonomi.
Menurut Puguh, apa yang ditunjukkan para pelajar ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa generasi Z cenderung apatis terhadap politik dan demokrasi.
“Selama ini ada stigma bahwa Gen Z kurang peduli. Tapi hari ini mereka membuktikan sebaliknya. Mereka punya kepedulian tinggi dan mampu menyampaikan gagasan untuk kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi atas inisiatif kegiatan Uswah Konivers 4.0 yang dinilai menjadi ruang edukasi politik yang positif bagi pelajar.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran politik sejak dini, sekaligus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap persoalan bangsa,” imbuhnya.
Puguh berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam proses demokrasi dan pembangunan.
“Ini menjadi harapan kita bersama, bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang kritis, peduli, dan siap berkontribusi,” pungkasnya.(Yul)







