beritalima.com

Berani Jujur Itu Hebat

  • Whatsapp

beritalima.com | Jujur adalah salah satu solusi terbaik yang akan menyelamatkan _karut-marutnya_ sistem demokrasi kita. Kerangka dasar demokrasi ada dalam kedaulatan rakyat, UUD ’45, dan Pancasila. Ada tiga pilar kebangsaan, yaitu kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagaimana yang dicita-citakan oleh Bapak Pendiri Bangsa (The Founding Fathers) kita, salah satu unsur utamanya adalah penyelenggara negara yang bersih dan jujur.

SDM handal, berdedikasi, punya potensi (baca kompeten), akan menjadi aset negara republik indonesia. Menjadi tak ternilai harganya jika dibarengi dengan pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menjunjung tinggi kejujuran.

Kejujuran perlu ditanamkan sejak dini, kepada anak-anak kita. Baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. Sehingga kedepannya akan menjadi perilaku yang baik, generasi yang beraklak mulia, dan berguna bagi perkembangan mental para penyelenggara negara.

Sudah waktunya kita mempunyai seorang pemimpin yang mumpuni, Kepala Daerah yang berdedikasi, dan seorang Kepala Daerah yang jujur. Kepala Daerah yang mau bekerja dengan sepenuh hati, demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakatnya. Bukan seorang Kepala Daerah yang hanya peduli kepada dirinya sendiri, keluarga, dan kelompoknya saja.

Pemerintahan Jokowi periode kedua ini mencanangkan pembangunan Sumber Daya Manusia. Titik beratnya kepada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dan melanjutkan infrastuktur. SDM kita secara garis besar memang masih jauh tertinggal dengan negara lain. Apalagi kalau dibandingkan dengan negara maju, seperti Jepang, China, dan Amerika. Sehingga kita mau tidak mau harus meningkatkan pembangunan SDM, jika mau menjadi negara maju. Diperlukan revolusi Sumber Daya Manusia terutama generasi muda calon penerus bangsa, yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan.

Regenerasi harus disiapkan sejak awal, alih teknologi juga perlu dipikirkan. Supaya 10, sampai 20 tahun mendatang yaitu di tahun 2040 kita sudah bisa berdikari. Berdiri diatas kaki sendiri membangun Indonesia Raya, sejajar dengan negara-negara maju .

Program pemerintah ini harus berhasil, mencerdaskan anak bangsa, minimal pendidikan 12 tahun buat generasi muda supaya melek teknologi, dan mampu bersaing di kancah internasional. Revolusi mental ini akan berhasil jika dibarengi dengan penyelenggara negara yang bersih dan jujur. Tanpa itu semua akan sia-sia belaka. Menjadi pepesan kosong, slogan yang tidak punya makna apa-apa.

Jadi kuncinya kalau kita mau menjadi negara maju, selain membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, harus punya konseptor atau pemikir yang brilian dan jujur. Karena kejujuran akan menjadi pelecut, dan pendorong semangat kebersamaan di dalam berbangsa dan bernegara untuk menjadi bangsa yang maju, dan masyarakatnya hidup damai serta sejahtera. Berani jujur itu hebat. Bagaimana pendapat Anda.

Semangat pagi saudaraku, salam Jum’at berkah, selamat menunaikan puasa sunnah Tarwiyah.

Surabaya, 9 Agustus 2019

Deky Sugeng A
Sekjen DPW APKLI Jatim

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *